Daffa Althof Penggila Teknologi sejak masih kecil

Bagaimana Cara Google Merangking Sebuah Keyword

4 min read

cara google merangking keyword

Bagi Anda yang baru saja akan terjun ke dunia blogging, sebaiknya jangan mulai dulu sebelum Anda mengetahui bagaimana Google meranking sebuah Keyword.

Anda wajib mengetahui hal tersebut terlebih dahulu sebelum menjadi seorang praktisi SEO, kenapa demikian?

Logikanya sederhana, Anda tidak akan bisa menjadi seorang pembalap MotoGP kalau Anda belum bisa mengendarai motor.

Hal tersebut juga berlaku pada dunia blogging khususnya SEO, bagaimana bisa Anda menghasilkan website yang besar dengan ribuan bahkan jutaan pengunjung setiap hari dengan jutaan keyword yang bertengger di page one padahal Anda belum mengerti sama sekali bagaimana cara kerja Google, bagaimana Google merangking keyword, dan apa yang Google inginkan dari Anda.

Karena kasarnya, jika Anda menjadi seorang ahli SEO atau blogger, Anda kerja untuk siapa? Jawabannya ya untuk Google, bukan untuk pengunjung.

Jadi Anda harus mengetahui semua yang diinginkan oleh Google agar keyword atau konten Anda bisa disukai oleh Google dan muncul di halaman pertama pencarian.

Dengan begitu Anda baru bisa mendapatkan pengunjung, bahkan mungkin mendapatkan banyak cuan dari banyaknya klik pada iklan Google AdSense yang muncul.

Ok, sekarang akan saya mulai pembahasan ini satu demi setu, dimulai dari bagaimana cara kerja mesin pencari Google.

Cara Kerja Mesin Pencari Google

Jika saya ibaratkan, mesin pencari Google itu seperti perpustakaan, namun dalam bentuk digital. Alih-alih menyimpan salinan buku, Google menyimpan salinan halaman website.

Jadi saat Anda melakukan sebuah pencarian di Google, kueri Google akan melihat semua halaman yang telah diindex dengan kata kunci tersebut, kemudian menampilkan hasil paling relevan.

Dalam hal tersebut, Google menggunakan sebuah program komputer yang disebut dengan algoritma.

Hingga saat ini, Google terus melakukan update algoritma mesin pencari mereka.

Namun sebenarnya, tidak ada yang tahu persis bagaiamana cara kerja dari algoritma tersebut.

Meski demikian, saya mendapatkan sebuah petunjuk dari Google.

Inilah yang saya temukan di halaman How Search Algorithms Work.

Untuk memberikan Anda informasi yang paling berguna, Algoritma Google melihat dari beberapa faktor, termasuk kata-kata dari kueri Anda, relevansi dan kegunaan laman, keahlian sumber, lokasi, dan setelan Anda.

Google

Dari ketidakpastian algoritma Google tersebut, muncul sebuah gagasan atau bidang ilmu baru yaitu SEO atau Search Engine Optimization.

Apa Itu SEO? Bagaimana Cara Kerjanya?

SEO atau Search Engine Optimization adalah sebuah praktik untuk mengoptimalkan situs web atau halaman web untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas lalu lintasnya dari hasil pencarian secara organik.

Lalu bagaimana SEO bekerja?

Sederhananya, SEO akan bekerja dengan cara memberitahu ke mesin pencari Google bahwa konten Anda memiliki isi dan hasil yang terbaik untuk sebuah kata kunci atau keyword yang sedang dicari.

Hal ini karena semua mesin pencari memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menampilkan hasil yang terbaik kepada penggunannya.

Jadi dengan SEO, Anda akan melakukan berbagai cara untuk memenuhi syarat dari Google agar konten atau situs Anda bisa muncul di halaman pencarian.

Bagaimana Google Meranking Keyword

Ok kini Anda sudah mengetahui apa itu SEO, namun Anda belum mengetahui apa saja faktor dari Google yang mempengaruhi ranking sebuah keyword atau halaman yang nantinya faktor tersebut juga akan menjadi bagian dari SEO.

Mengutip dari Search Engine Land, Schmidt mengatakan bahwa Google setidaknya memiliki 200 faktor untuk menentukan peringkat halaman atau keyword.

Bahkan pada tahun 2010, terdapat sebuah pembicaraan yang disampaikan oleh Google kepada kompetitornya yaitu Bing yang mengatakan bahwa Google setidaknya memiliki 10 ribu faktor peringkat.

Namun tidak ada yang tahu pasti apa semua faktor peringkat tersebut, namun yang pasti dalam SEO ada cukup banyak faktor yang menjadi poin penentuan peringkat Google.

Berikut ini saya telah merangkum beberapa hal yang menjadi faktor penentu peringkat dan visibilitas pada mesin pencari Google.

Crawlability

Sebelum Google merangking sebuah keyword atau konten, terlebih dahulu Google akan mencari apakah konten tersebut ada atau tidak.

Google sendiri menggunakan beberapa cara untuk menemukan sebuah konten baru di dalam situs web, namun metode utama yang digunakan yaitu crawling.

Google akan secara otomatis melakukan crawling situs Anda dan mencari apakah ada halaman baru dari situs tersebut atau tidak.

Jika Google menemukannya, maka akan dilanjutkan dengan proses indexing halaman tersebut agar bisa muncul di pencarian Google.

Setelah itu, baru Google merangking semua konten serupa dengan keyword yang sama.

Meski begitu, ternyata terdapat beberapa hal yang bisa memblokir proses crawling, jadi Anda harus hati-hati. Berikut diantaranya:

  • Buruknya internal link. Google mengandalkan adanya internal link untuk melakukan proses crawling menjadi lebih mudah. Namun jika halaman anda tidak memiliki internal link, maka proses crawling akan terganggu.
  • Adanya tag Nofollow di internal link. Google tidak akan melakukan crawling halaman dengan tag nofollow.
  • Halaman noindex. Google juga tidak akan melakukan crawl pada halaman dengan tag meta noindex.
  • Halaman diblokir oleh robots.txt. Robot.txt merupakan sebuah file teks yang memberitahu Google tentang halaman apa saja yang boleh di crawl dan yang tidak.

Mobile Friendly

Saat ini, kegiatan browsing sudah semakin banyak dilakukan menggunakan perangkat mobile smartphone daripada perangkat desktop.

Contohnya pada web pribadi saya ini, bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini bahwa persentase pengunjung dalam kurun waktu 28 hari kebelakang lebih banyak dilakukan melalui perangkat mobile, yaitu sebesar 76,4%.

sesi menurut perangkat

Melihat dari statistik tersebut, maka tidak heran jika mulai dari tahun 2016 kemarin Google mengumumkan bahwa Google akan lebih memprioritaskan peringkat untuk situs web mobile friendly.

Lalu pada tahun 2018, Google juga beralih ke pengindeksan yang lebih memprioritaskan seluler, yang berarti Google akan menggunakan versi seluler dari halaman web Anda untuk melakukan proses indexing.

Jadi membuat situs yang mobile-friendly ternyata juga sangat mempengaruhi ranking setiap keyword yang ada di situs tersebut.

Untuk mengecek apakah halaman web Anda sudah ramah seluler atau belum, Anda bisa melakukannya menggunakan Mobile Friendly Test Tool resmi dari Google.

cara cek situs mobile friendly atau tidak

Jika situs Anda ternyata tidak mobile friendly, Anda bisa mencoba menggunakan tema lain yang sudah mobile friendly.

PageSpeed

PageSpeed merupakan kecepatan halaman situs Anda saat dimuat. Ternyata ini juga merupakan salah satu faktor rangking keyword Google.

Hal ini dijadikan salah satu faktor penentuan rangking oleh Google dengan alasan Google ingin membuat penggunanya merasa puas dan nyaman.

Bayangkan saja jika Anda membuka sebuah situs namun ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memuat situs tersebut, hal ini tentu akan membuat Anda kecewa.

Untuk mengetes kecepatan halaman situs Anda, silahkan gunakan PageSpeed Insights Google.

Akan ada tiga indikator dan skor yang berbeda.

  • Merah Skor 0-49: Kecepatan situs sangat lambat.
  • Kuning 50-89: Kecepatan situs sedang.
  • Hijau 90-100: Kecepatan situs sangat baik (rekomendasi).

Search Intent

Membuat artikel dengan keyword tertentu agar bisa rangking di Google tidak hanya semata-mata membuat artikel saja.

Anda harus memperhatikan search intent dari keyword tersebut.

Untuk itu, saya merekomendasikan untuk memperkaya konten dengan artikel turunan (dibahas, jangan hanya ditulis saja), lalu sebar beberapa keyword di semua bagian artikel.

Baik di awal, di bagian isi, dan di bagian akhir artikel. Ini akan membantu keyword Anda untuk muncul di halaman pertama Google.

Tidak hanya itu, Anda juga harus benar-benar membuat konten yang sesuai dengan jenis, format, dan sudut konten tersebut.

Backlinks

Backlinks juga merupakan salah satu faktor penentu dalam merangking keyword Google.

Semakin banyak backlink maka kesempatan masuk ke page one semakin besar, ungkapan ini ternyata salah.

Karena setiap backlink tentu memiliki kualitas yang berbeda.

Sekarang saya tanya, Anda lebih memilih memiliki backlink berjumlah 10 dengan kualitas tinggi, atau memiliki 20 backlink dengan kualitas yang jelek? Tentu Anda memiliki backlink yang hanya berjumlah 10 dengan kualitas yang tinggi bukan.

Sampai sini saya asumsikan bahwa Anda sudah paham mengenai konsep backlink.

Jadi intinya, backlink tidak harus banyak, tapi harus berkualitas. Namun backlink banyak dengan kualitas yang tinggi tentu akan semakin baik.

Kualitas Konten

Faktor terakhir yaitu kualitas konten.

Coba perhatikan, dari satu kata kunci yang Anda cari di pencarian Google, akan muncul 10 halaman paling relevan dengan kata kunci tersebut. Coba buka semua halaman tersebut.

Saya yakin, 7 dari 10 halaman tersebut memiliki isi konten yang hampir sama.

Lalu bagaimana Google menentukan rangking jika semua isi konten dari setiap website sama saja? Tentu dilihat dari kualitas kontennya.

Semakin baik kualitas konten tersebut, maka akan semakin baik pula rangking yang didapatkan.

Terus bagaimana cara membuat konten yang berkualitas? Gampang, intinya hanya satu, buat konten Anda bernilai lebih dari konten yang sudah ada di Google.

Caranya, Anda bisa menambahkan berbagai hal seperti gambar atau mungkin video, Anda juga harus bisa mengoptimalkan On Page SEO dengan baik.

Sekarang sudah pahamkan Anda harus melakukan apa? Jadi itulah beberapa faktor yang digunakan oleh Google untuk merangking sebuah keyword.

Keterangan Artikel

Waktu pengerjaan 3 jam.

Uji penulisan Advanced SaungWriter

Sumber:
https://ahrefs.com/blog/what-is-seo-explained/
https://backlinko.com/technical-seo-guide
https://moz.com/beginners-guide-to-seo/technical-seo

Daffa Althof Penggila Teknologi sejak masih kecil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *